Minggu, 30 November 2014

Candi Borobudur


Borobudur adalahnamasebuahcandi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasicandiadalahkuranglebih 100 km di sebelahbaratdaya Semarang dan 40 km di sebelahbaratlaut
Yogyakarta.Candiberbentukstupainididirikanolehparapenganut agama Buddha Mahayana sekitartahun 800-anMasehipadamasapemerintahanwangsaSyailendra. Monumeniniterdiriatasenamterasberbentukbujursangkaryengdiatasnyaterdapattigapelataranmelingkar, padadindingnyadihiasidengan 2.672 panel relief danaslinyaterdapat 504 arca Buddha
Dalam flying book itu KH Fahmi Basya mengungkapkan dengan bukti-bukti ilmiah bahwa candi borobudur bukanlah hasil kebudayaan Budha, sebagaimana kita ketahui selama ini. Candiborobudursudahadasejak lama, jauhsebelumBudhaada di nusantaraini. Berdasarkanpenelitiannya, candiborobuduritubahkan di bangunolehnabisulaimandenganbantuanparajinpadajamanketikanusantarabelumberbentuksepertisekarang, yaitumasihberupadaratan yang luas. Banyak data dananalisis yang dipaparkandalam flying book itusebagaibuktiterhadapargumenini.
Untukmengetahuisalahsatubuktiargumenitu, sebelumnyaadabaiknyakitamengetahuisimbollafadzbismillah.Simbolitubisadibuatdenganmelukissebuah 7 buahlingkaransamabesar yang salahsatulingkaranberada di tengahdandikelilingioleh 6 lingkaranlainnya.
Masing-masinglingkaranmewakilisatuhurufpada lafadzbismillahyaituba, sin, mim, alif, lam, lam, danha’ .Jikakeenamlingkaran di luarmasing-masingtitikpusatnyasecaraberurutandihubungkandengangariskemudianlingkaran-lingakaran yang diluaritudihapus, jadilahbentukitusebagaisegienamdenganlingkaran di tengahnya.Itulahsimbollafadzbismillah.
Stupautamaterbesarteletak di tengahsekaligusmemahkotaibangunanini, dikelilingiolehtigabarisanmelingkar 72 stupaberlubang yang didalamnyaterdapatarcabuddhatengahdudukbersiladalamposisiterataisempurnadengan mudra (sikaptangan) Dharmachakra mudra (memutarroda dharma).
Monumeninimerupakan model alamsemestadandibangunsebagaitempatsuciuntukmemuliakan Buddha sekaligusberfungsisebagaitempatziarahuntukmenuntunumatmanusiaberalihdarialamnafsuduniawimenujupencerahandankebijaksanaansesuaiajaran Buddha.
Relief
Padadindingcandi di setiaptingkatan — kecualipadateras-terasArupadhatu — dipahatkan panel-panel bas-relief yang akanselalumengingatkan sejarahcandi Borobudur yang dibuatdengansangattelitidanhalus.[54] Relief danpolahias Borobudur bergayanaturalisdenganproporsi yang ideal danseleraestetik yang halus. Relief-relief inisangatindah, bahkandianggapsebagai yang paling elegandananggundalamkeseniandunia Buddha.
Relief Borobudur jugamenerapkandisiplinsenirupa India, sepertiberbagaisikaptubuh yang memilikimaknaataunilaiestetistertentu. Relief-relief berwujudmanusiamuliasepertipertapa, raja danwanitabangsawan, bidadariatapunmakhluk yang mencapaiderajatkesucianlaksanadewa, sepertitaradanboddhisatwa, seringkalidigambarkandenganposisitubuhtribhanga. Posisitubuhinidisebut "lekuktiga" yaitumelekukatausedikitcondongpadabagianleher, pinggul, danpergelangan kaki denganbebantubuhhanyabertumpupadasatu kaki, sementara kaki yang lainnyadilekukberistirahat.Posisitubuh yang luwesinimenyiratkankeanggunan, misalnyafigurbidadariSurasundari yang berdiridengansikaptubuhtribhangasambilmenggenggamterataibertangkaipanjang.
Relief Borobudur menampilkanbanyakgambar; sepertisosokmanusiabaikbangsawan, rakyatjelata, ataupertapa, anekatumbuhandanhewan, sertamenampilkanbentukbangunanvernakulartradisional Nusantara.Borobudur takubahnyabagaikankitab yang merekamberbagaiaspekkehidupanmasyarakatJawakuno.Banyakarkeologmenelitikehidupanmasalampau di Jawakunodan Nusantara abad ke-8 dan ke-9 denganmencermatidanmerujukukiran relief Borobudur.Bentukrumahpanggung, lumbung, istanadancandi, bentukperhiasan, busanasertapersenjataan, anekatumbuhandanmargasatwa, sertaalattransportasi, dicermatiolehparapeneliti.Salah satunyaadalah relief terkenal yang menggambarkanKapal Borobudur.Kapalkayubercadikkhas Nusantara inimenunjukkankebudayaanbaharipurbakala.Replikabahtera yang dibuatberdasarkan relief Borobudur tersimpan di Museum SamudraRaksa yang terletak di sebelahutara Borobudur.
ArcaBudha
Selainwujudbuddhadalamkosmologibuddhis yang terukir di dinding, di Borobudur terdapatbanyakarcabuddhadudukbersiladalamposisiterataisertamenampilkan mudra atausikaptangansimbolistertentu. Patungbuddhadengantinggi 1,5 meter inidipahatdaribahanbatuandesit.
Patungbuddhadalamrelung-relung di tingkatRupadhatu, diaturberdasarkanbarisan di sisiluarpagarlangkan. Jumlahnyasemakinberkurangpadasisiatasnya.Barisanpagarlangkanpertamaterdiridari 104 relung, bariskedua 104 relung, barisketiga 88 relung, bariskeempat 72 relung, danbariskelima 64 relung. Jumlah total terdapat 432 arca Buddha di tingkatRupadhatu.
PadabagianArupadhatu (tigapelataranmelingkar), arca Buddha diletakkan di dalamstupa-stupaberterawang (berlubang).Padapelataranmelingkarpertamaterdapat 32 stupa, pelatarankedua 24 stupa, danpelataranketigaterdapat 16 stupa, semuanya total 72 stupa.
Dari jumlahaslisebanyak 504 arca Buddha, lebihdari 300 telahrusak (kebanyakantanpakepala) dan 43 hilang (sejakpenemuanmonumenini, kepalabuddhaseringdicurisebagaibarangkoleksi, kebanyakanoleh museum luarnegeri).
Secarasepintassemuaarcabuddhainiterlihatserupa, akantetapiterdapatperbedaanhalusdiantaranya, yaitupada mudra atauposisisikaptangan. Terdapatlimagolongan mudra: Utara, Timur, Selatan, Barat, dan Tengah, kesemuanyaberdasarkan lima arahutamakompasmenurutajaran Mahayana. Keempatpagarlangkanmemilikiempat mudra: Utara, Timur, Selatan, dan Barat, dimanamasing-masingarcabuddha yang menghadaparahtersebutmenampilkan mudra yang khas. Arca Buddha padapagarlangkankelimadanarcabuddha di dalam 72 stupaberterawang di pelataranatasmenampilkan mudra: Tengah atauPusat. Masing-masing mudra melambangkanlimaDhyani Buddha; masing-masingdenganmaknasimbolisnyatersendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar